Komtek 65-04 Selenggarakan Ratek dan Rakon Pengembangan SNI Mekanisasi Pertanian
Tangerang, 25/11/2025. Komite Teknis (Komtek) 65-04 Sarana dan Prasarana Pertanian menyelenggarakan Rapat Teknis dan Rapat Konsensus yang difasilitasi oleh Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan). Pertemuan dua hari ini menghadirkan perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN), akademisi, peneliti, lembaga pengujian, serta pelaku industri alat dan mesin pertanian untuk membahas penyempurnaan standar mekanisasi pertanian nasional.
Dalam agenda ini, Komtek 65-04 membahas sejumlah rancangan standar prioritas, yaitu RSNI mesin pengolahan tanah tipe roda crawler, RSNI mesin penanam padi (transplanter mini), serta revisi SNI traktor pertanian roda dua. Ketiga dokumen tersebut merupakan standar strategis yang berperan penting dalam mendorong peningkatan modernisasi mekanisasi pertanian, terutama pada aspek efisiensi operasi, keselamatan pengguna, dan mutu alat yang digunakan oleh petani di lapangan.
Sepanjang sesi diskusi, peserta melakukan pembahasan teknis secara terperinci bersama tim penyusun. Proses ini meliputi pengkajian ulang persyaratan mutu, penyesuaian parameter metode uji, harmonisasi terminologi teknis, serta penilaian kelayakan penerapan setiap pasal dalam konteks pertanian Indonesia. Masukan yang diberikan oleh anggota komite berasal dari berbagai perspektif—mulai dari hasil pengujian di lapangan, pengalaman praktis industri, hingga kajian akademik dan referensi internasional—sehingga pembahasan berlangsung dinamis dan komprehensif.
Pembahasan ini tidak hanya menekankan pemenuhan ketentuan mutu, tetapi juga memastikan bahwa standar yang dirumuskan mampu mengikuti perkembangan teknologi mekanisasi pertanian yang semakin pesat. Pertimbangan seperti efisiensi energi, kenyamanan operator, keandalan struktur mesin, hingga adaptasi terhadap kondisi lahan tropis menjadi bagian penting dari evaluasi rancangan standar agar tetap relevan dan aplikatif dalam jangka panjang.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan rapat konsensus yang menjadi tahapan penting dalam proses standardisasi nasional. Konsensus dilakukan untuk menentukan apakah rancangan standar telah memenuhi keseimbangan pendapat teknis seluruh pihak serta layak melanjutkan proses menuju finalisasi oleh BSN. Kesepakatan ini menegaskan bahwa dokumen telah matang secara teknis dan siap menjadi acuan nasional bagi industri, lembaga pengujian, maupun pengguna alat dan mesin pertanian.
Pertemuan ditutup dengan perumusan keputusan akhir oleh pimpinan Komtek bersama anggota dan perwakilan BSN. Hasil rumusan ini menjadi langkah maju dalam memperkuat sistem standardisasi mekanisasi pertanian di Indonesia, sekaligus memastikan bahwa standar yang dihasilkan lebih berkualitas, terukur, dan dapat mendukung peningkatan performa peralatan pertanian di berbagai wilayah.
Melalui penyelenggaraan rapat teknis dan konsensus ini, Komtek 65-04 menegaskan perannya dalam menghadirkan standar nasional yang mampu menjadi landasan kuat bagi modernisasi pertanian. Standar yang baik tidak hanya meningkatkan kualitas dan keselamatan alat, tetapi juga mendorong inovasi, memperkuat industri dalam negeri, dan memastikan petani mendapatkan teknologi yang tepat guna, handal, dan efisien. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan. (TS/AIA)