BRMP Mektan dan SnackVideo Terapkan Pertanian Presisi Kabupaten Tuban Akselerasi Swasembada Pangan
Tuban, 25/01/2026. Dalam upaya mempercepat transformasi pertanian tradisional menuju sistem pertanian presisi, Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) bersinergi dengan platform digital SnackVideo dalam program "SnackVideo Majukan Desa". Puncak kolaborasi ini ditandai dengan serah terima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa drone sprayer kepada kelompok tani di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Ngadirejo ini menjadi langkah konkret dalam mendukung visi Swasembada Pangan 2045. Penyerahan teknologi drone ini dirancang khusus untuk efisiensi pemupukan cair dan perlindungan tanaman guna menekan biaya operasional petani.
Kepala Desa Ngadirejo, Suwandi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada BRMP Mektan dan SnackVideo atas bantuan yang diberikan. Beliau menegaskan komitmen desa untuk mendukung penuh program pemerintah dalam memajukan sektor agraria. "Kami senantiasa tunduk dan taat pada program pusat demi kemajuan desa," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Tri Saksono selaku perwakilan dari BRMP Mektan menekankan bahwa mekanisasi bukan sekadar alat, melainkan solusi efisiensi. Beliau berharap teknologi drone ini dapat mengatasi kelangkaan tenaga kerja serta memastikan aplikasi pupuk dan pestisida dilakukan secara merata dan presisi di lahan petani.
Sementara itu, Yulika yang mewakili pihak SnackVideo, menyoroti pentingnya integrasi teknologi fisik dengan platform digital. Melalui program "SnackVideo Majukan Desa", pihaknya berkomitmen tidak hanya mendigitalisasi alat tani, tetapi juga membantu petani menjadi kreator konten agar inovasi di Desa Ngadirejo dapat menginspirasi wilayah lain di seluruh Indonesia.
Selain aspek teknis, kegiatan ini membawa misi besar regenerasi petani. Risky, salah satu pemuda tani Desa Ngadirejo, mengungkapkan harapannya agar kehadiran teknologi modern dapat menghapus stigma negatif tentang profesi petani.
"Jangan malu untuk terjun ke bidang pertanian dan jangan menganggap bertani itu kotor. Tanpa petani, kita bisa apa? Petani adalah punggung bangsa Indonesia yang menyediakan bahan pangan bagi bumi kita," tegas Risky. Ia berharap inovasi ini memotivasi pemuda desa untuk aktif mengelola lahan dengan cara yang lebih berdaya saing.
Melalui integrasi teknologi drone sprayer dan edukasi digital, Desa Ngadirejo diproyeksikan menjadi percontohan desa mandiri pangan. Dengan sebaran input pertanian yang lebih akurat, produktivitas lahan di Kabupaten Tuban diharapkan meningkat signifikan menuju target besar kemandirian pangan tahun 2045. Bantuan ini selanjutnya akan dikelola secara kolektif oleh kelompok tani setempat dengan pendampingan teknis berkelanjutan dari BRMP Mektan. (Ts/Wira)