BRMP Mektan Perkuat Sinergi Alsintan Nasional bersama PT PINDAD (Persero)
Bandung, 17/09/2026. Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan), Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Kementerian Pertanian, kembali memperkuat sinergi dengan PT PINDAD (Persero) melalui kegiatan kerja sama dan benchmarking di bidang alat dan mesin pertanian (alsintan). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat PT PINDAD, Bandung, Jawa Barat, ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama sebelumnya dalam mendukung program swasembada pangan dan modernisasi pertanian nasional.
Kegiatan benchmarking menjadi kesempatan bagi BRMP Mektan untuk mempelajari secara langsung proses manufaktur, perakitan, fabrikasi komponen, hingga penerapan quality control di lingkungan PT PINDAD. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempertemukan kompetensi perakitan dan modernisasi mekanisasi pertanian dengan kapabilitas manufaktur dan rekayasa industri PT PINDAD.
Kepala BRMP Mektan, Arief Rachman, menyampaikan bahwa sinergi dengan industri nasional penting untuk mempercepat hilirisasi dan produksi alsintan karya dalam negeri yang andal dan sesuai dengan karakteristik pertanian Indonesia.
“PT PINDAD memiliki kapabilitas manufaktur dan rekayasa industri yang sangat mumpuni. Melalui benchmarking ini, kami mempelajari standar produksi, quality control, dan fabrikasi komponen untuk mendukung pengembangan alsintan yang lebih andal. Tahun 2026 ini, fokus kami antara lain co-development traktor roda empat, drone sprayer pertanian, dan implement pengolahan tanah presisi,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Direksi PT PINDAD (Persero) menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bentuk sinergi antara sektor pertanian dan industri nasional. PT PINDAD siap mendukung pengembangan dan produksi alsintan dalam skala lebih besar, dengan tetap memperhatikan kualitas, keterjangkauan, serta dukungan layanan purna jual.
Ruang lingkup kerja sama tahun 2026 meliputi benchmarking proses perakitan dan modernisasi alsintan, joint development serta pengujian prototipe alsintan prioritas seperti traktor, transplanter, dan drone pertanian, serta percepatan sertifikasi dan standardisasi mutu alsintan.
Selain itu, kedua pihak juga akan mendorong penyusunan roadmap produksi massal dan komersialisasi alsintan untuk mendukung program mekanisasi pertanian periode 2026–2027. Langkah ini diharapkan dapat memastikan hasil pengembangan tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat berlanjut menuju produk yang siap diproduksi dan dimanfaatkan secara lebih luas.
Sinergi BRMP Mektan dan PT PINDAD menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem alsintan nasional yang melibatkan pemerintah, lembaga perakitan dan modernisasi, serta industri manufaktur dalam negeri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi dan daya saing alsintan buatan dalam negeri.
Melalui kerja sama ini, kemandirian alsintan nasional diharapkan semakin kuat, sekaligus memperluas akses petani terhadap alsintan modern, berkualitas, dan sesuai kebutuhan di lapangan. (TS/AIA)