Pelatihan Pengetahuan Dasar dan Troubleshooting Mesin Penggerak Bensin dan Diesel di Kecamatan Tebas
Sambas, 31/10/2025. Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) bekerja sama dengan Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian, dengan dukungan dan fasilitasi dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Tebas, menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengetahuan Dasar dan Troubleshooting Mesin Penggerak (Engine) Bensin dan Diesel pada tanggal 31 Oktober 2025 di Kecamatan Tebas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis sumber daya manusia di bidang mekanisasi pertanian.
Kegiatan ini dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Camat Kecamatan Tebas, Bapak Dedi Zulkarnaen, S.Sos, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kemampuan teknis masyarakat dan petani dalam mengoperasikan serta merawat mesin pertanian.
Dari pihak BRMP Kalimantan Barat, kehadiran diwakili oleh Bapak Didik Saifuddin Anshori, STP, yang turut memberikan dukungan dan penekanan pentingnya peningkatan kapasitas SDM pertanian di era modernisasi alat dan mesin pertanian.
Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Ir. Joko Pitoyo, M.Si., Ph.D., yang membawakan topik mengenai prinsip kerja serta teknik penanganan awal terhadap permasalahan pada mesin penggerak berbahan bakar bensin dan diesel. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis dan konsultasi teknologi secara langsung oleh beliau, guna memberikan pemahaman aplikatif kepada para peserta di lapangan.
Sebagai kelanjutan kegiatan, pada tanggal 1 November 2025, dilakukan visitasi ke berbagai daerah di Kecamatan Tebas untuk melihat langsung implementasi penggunaan mesin pertanian serta mendengarkan masukan dari para pelaku usaha dan kelompok tani mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta pelatihan dapat meningkatkan kemampuan dalam pengoperasian, perawatan, serta perbaikan dasar mesin pertanian, sehingga dapat mendukung percepatan modernisasi pertanian di wilayah Kalimantan Barat. (TS/MRAM)