Pembahasan SOP Drone Pertanian di BRMP Mektan
Tangerang, 01/04/2026. Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) bekerja sama dengan CropLife Indonesia menyelenggarakan kegiatan pembahasan final Standar Operasional Prosedur penggunaan drone pertanian (31/03) sebagai upaya memperkuat penerapan teknologi dalam sektor pertanian modern. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses penyempurnaan pedoman operasional guna memastikan penggunaan drone dapat berjalan secara aman, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pembahasan SOP ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah, praktisi, akademisi, maupun pelaku usaha di bidang teknologi drone dan pertanian. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan persepsi serta menyelaraskan aspek teknis dan regulasi, sehingga menghasilkan dokumen SOP yang komprehensif, aplikatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam kegiatan tersebut, dibahas secara mendalam berbagai aspek teknis dan operasional, mulai dari tahapan persiapan kegiatan, penentuan parameter aplikasi, pelaksanaan penerbangan, hingga pengendalian risiko dan keselamatan kerja. Selain itu, penekanan juga diberikan pada pentingnya kepatuhan terhadap regulasi penerbangan, standar keselamatan operasional, serta perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Penggunaan drone dalam aplikasi pertanian, khususnya untuk penyemprotan pestisida (prolintan), dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi kerja, ketepatan dosis, serta jangkauan aplikasi di berbagai kondisi lahan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi ini tetap memerlukan pedoman yang jelas agar pelaksanaannya tidak menimbulkan risiko, baik dari sisi keselamatan maupun dampak lingkungan.
Melalui finalisasi SOP ini, BRMP Mektan berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian presisi yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan sektor pertanian. Diharapkan, keberadaan SOP ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam mendukung pengembangan mekanisasi pertanian berbasis teknologi, serta memberikan kepastian bagi para pelaksana di lapangan dalam menjalankan kegiatan secara profesional dan bertanggung jawab. (TS/AIA)