Smart Irigasi Dukung Budidaya Jeruk di Tebas
Sambas, 27/08/2026. Penerapan teknologi modern dalam pengelolaan air menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan efisiensi budidaya tanaman hortikultura. Hal tersebut diperkenalkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Smart Irigasi untuk Budidaya Tanaman Jeruk yang dilaksanakan di Desa Tebas Kuala, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh petani dari Desa Tebas Kuala dan Desa Serindang, Kecamatan Tebas. Bimtek menjadi sarana bagi petani untuk memperoleh pengetahuan sekaligus melihat secara langsung penerapan teknologi irigasi yang dapat mendukung pengelolaan air secara lebih efisien dalam budidaya tanaman jeruk.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep smart irigasi, tetapi juga diperagakan secara langsung mekanisme kerja sistem irigasi untuk tanaman jeruk. Demonstrasi meliputi penerapan irigasi tetes (drip irrigation) dan irigasi sprinkler, sehingga petani dapat melihat bagaimana air didistribusikan ke tanaman sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Sistem irigasi tetes bekerja dengan menyalurkan air secara perlahan dan langsung ke area perakaran tanaman. Dengan metode tersebut, pemberian air dapat dilakukan secara lebih terarah sehingga penggunaan air dapat menjadi lebih efisien. Sementara itu, sistem irigasi sprinkler mendistribusikan air dalam bentuk butiran seperti hujan ke area tanaman, sehingga dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman pada areal budidaya.
Pengenalan teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi petani dalam mengelola kebutuhan air tanaman jeruk, khususnya dalam menghadapi tantangan efisiensi penggunaan air dan pengelolaan lahan. Pemanfaatan teknologi irigasi yang tepat juga dapat mendukung kegiatan budidaya agar lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Selain aspek teknis, kegiatan Bimtek juga menjadi ruang bagi petani untuk berdiskusi mengenai penerapan teknologi di lapangan. Melalui interaksi secara langsung antara petani dan tim pelaksana, berbagai kondisi serta kebutuhan budidaya dapat dibahas sehingga teknologi yang diperkenalkan dapat lebih mudah dipahami dan diadaptasi sesuai kondisi setempat.
Bimtek Teknologi Smart Irigasi ini merupakan bagian dari Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) iCare, yang dilaksanakan melalui kolaborasi BRMP Hortikultura dan BRMP Mektan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan teknologi modern di tingkat petani, tidak hanya melalui pengenalan teknologi, tetapi juga melalui pendampingan dan demonstrasi penerapan secara langsung.
Melalui kegiatan KMP iCare, modernisasi pertanian diharapkan dapat semakin dekat dengan kebutuhan petani. Pengenalan smart irigasi pada budidaya jeruk menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi yang dapat mendukung efisiensi pengelolaan sumber daya sekaligus mendorong praktik budidaya yang lebih modern dan berkelanjutan.
Ke depan, penerapan teknologi irigasi yang tepat diharapkan dapat semakin berkembang di tingkat petani dan menjadi bagian dari transformasi menuju sistem pertanian yang lebih efisien, adaptif, dan berbasis teknologi. (SU/AIA)