BRMP Mektan Kenalkan Inovasi Alsintan Tanam dan Pascapanen Jagung di Lombok Tengah
Lombok Tengah, 16/09/2026. Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) bersama BRMP Tanaman Pangan dan BRMP Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Alsintan Tanam dan Pascapanen Jagung Mendukung Korporasi Petani di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) yang merupakan bagian dari program ICARE, dengan tujuan memperkenalkan dan meningkatkan pemanfaatan mekanisasi pertanian di tingkat petani. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pengetahuan sekaligus praktik mengenai penggunaan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dikembangkan dan dirakit oleh BRMP Mektan, khususnya untuk mendukung kegiatan budidaya dan pascapanen jagung.
Sebanyak 200 petani mengikuti kegiatan Bimtek yang dibagi menjadi dua batch, masing-masing sebanyak 100 peserta. Pembagian tersebut dilakukan agar proses penyampaian materi dan praktik dapat berlangsung secara lebih efektif, sehingga peserta memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung cara pengoperasian serta pemanfaatan alsintan yang diperkenalkan.
Dalam kegiatan ini, BRMP Mektan memperkenalkan tiga jenis alsintan, yaitu pemipil jagung tipe mini, penghancur atau penepung jagung, serta penanam jagung tipe tugal semi mekanis. Ketiga alat tersebut memiliki fungsi yang berbeda dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai tahapan usaha tani jagung, mulai dari proses penanaman hingga penanganan hasil panen.
Penanam jagung tipe tugal semi mekanis diperkenalkan sebagai salah satu alternatif untuk membantu proses penanaman agar lebih praktis dan efisien. Sementara itu, pemipil jagung tipe mini dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pemipilan jagung setelah panen. Adapun alat penghancur atau penepung jagung digunakan untuk membantu proses pengolahan hasil sehingga jagung dapat dimanfaatkan lebih lanjut sesuai kebutuhan.
Selain mendapatkan penjelasan mengenai fungsi dan manfaat masing-masing alat, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara pengoperasian dan pemanfaatannya. Penyampaian materi dilakukan secara langsung dengan pendekatan praktik agar petani dapat lebih mudah memahami cara kerja alsintan dan melihat potensi penggunaannya dalam kegiatan usaha tani.
Kegiatan Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah dan turut dihadiri oleh Kepala BRMP Nusa Tenggara Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya penguatan mekanisasi pertanian sekaligus pengembangan korporasi petani di wilayah Lombok Tengah.
Penanggung jawab kegiatan, Dr. Ir. Harsono, MP, menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek dapat berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Menurutnya, antusiasme petani terlihat selama proses penyampaian materi maupun praktik pengoperasian alsintan.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan Bimtek saja, tetapi dapat diterapkan dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha tani di lapangan, khususnya pada budidaya dan pascapanen jagung,” ujar Harsono.
Antusiasme serupa juga disampaikan oleh salah satu peserta, Bohri Rahman, petani dari wilayah setempat. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi petani karena tidak hanya memberikan penjelasan secara teori, tetapi juga memperkenalkan secara langsung berbagai alsintan yang dapat membantu pekerjaan di lahan.
“Acaranya sangat bermanfaat bagi kami sebagai petani. Kami jadi lebih mengetahui alat-alat yang bisa membantu pekerjaan, terutama untuk menanam dan mengolah hasil jagung. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan semakin banyak petani yang mendapatkan pengetahuan tentang mekanisasi,” kata Bohri.
Melalui kegiatan ini, BRMP Mektan bersama BRMP Tanaman Pangan dan BRMP NTB terus mendorong pengenalan serta pemanfaatan teknologi mekanisasi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani. Pengenalan alsintan diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan, mengurangi beban kerja manual, serta mendukung pengelolaan usaha tani jagung secara lebih efektif.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Korporasi Petani melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi. Dengan semakin dikenalnya berbagai inovasi alsintan di tingkat petani, diharapkan mekanisasi tidak hanya menjadi teknologi pendukung, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan usaha tani yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Melalui Klinik Modernisasi Pertanian dalam program ICARE, kolaborasi antarunit kerja Kementerian Pertanian terus diarahkan untuk mendekatkan inovasi dan teknologi pertanian kepada petani. BRMP Mektan berkomitmen untuk terus menghadirkan dan mengenalkan inovasi mekanisasi yang dapat menjawab kebutuhan di lapangan serta mendukung kemajuan pertanian Indonesia. (TS/AIA)