Sekolah Dasar Islam Arrasyid Belajar Pertanian di BRMP Mektan
Tangerang, 23/09/2026. Suasana berbeda terlihat di lingkungan kantor Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan), saat siswa-siswi SD Islam Arrasyid mengikuti kegiatan pengenalan pertanian dan mekanisasi. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia pertanian, teknologi tepat guna, serta berbagai inovasi yang dikembangkan untuk mendukung pertanian modern.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pertanian secara teori, tetapi juga diajak mengikuti berbagai aktivitas praktik secara langsung. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah praktik menanam jagung. Dengan didampingi oleh petugas BRMP Mektan, siswa dikenalkan pada proses penanaman, mulai dari mengenal benih hingga cara menanamnya di lahan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bahwa proses menghasilkan pangan membutuhkan tahapan dan perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Selain menanam jagung, para siswa juga diperkenalkan dengan budidaya sayuran secara hidroponik. Mereka belajar bahwa tanaman tidak selalu harus dibudidayakan di lahan tanah, tetapi dapat tumbuh dengan memanfaatkan sistem hidroponik yang menggunakan air dan nutrisi sebagai media pendukung pertumbuhan tanaman. Melalui praktik tersebut, siswa diajak memahami bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk menghasilkan pangan dengan memanfaatkan ruang dan sumber daya secara lebih efisien.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) yang tersedia di BRMP Mektan. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung beragam mesin yang digunakan untuk membantu pekerjaan pertanian. Penjelasan diberikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar siswa dapat mengetahui fungsi masing-masing alat serta bagaimana mekanisasi dapat membantu petani dalam mengolah lahan dan melakukan berbagai pekerjaan pertanian.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian siswa adalah ketika mereka diperkenalkan dengan traktor roda empat. Tidak hanya melihat dari dekat, siswa juga mendapatkan kesempatan untuk menaiki traktor dengan pendampingan petugas. Pengalaman tersebut menjadi bagian yang menyenangkan sekaligus edukatif, karena siswa dapat melihat secara langsung salah satu teknologi yang digunakan dalam mekanisasi pertanian modern.
Antusiasme terlihat dari rasa ingin tahu siswa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari bagaimana tanaman dapat tumbuh, bagaimana cara kerja sistem hidroponik, hingga fungsi dan penggunaan berbagai alat mesin pertanian. Interaksi langsung tersebut membuat proses belajar menjadi lebih menarik karena siswa dapat menghubungkan materi yang mereka kenal di sekolah dengan pengalaman nyata di lapangan.
Kegiatan kunjungan dan praktik di BRMP Mektan juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pertanian kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih dekat dan menyenangkan. Pertanian tidak hanya dikenalkan sebagai aktivitas bercocok tanam, tetapi juga sebagai bidang yang terus berkembang melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan mekanisasi.
Melalui pengenalan tersebut, para siswa diharapkan dapat memiliki pemahaman bahwa teknologi memiliki peran penting dalam mendukung pertanian masa kini. Kehadiran alsintan dapat membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan, sementara inovasi seperti hidroponik menunjukkan bahwa kegiatan produksi pangan dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan sesuai kebutuhan dan kondisi.
BRMP Mektan terus membuka ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat mekanisasi dan teknologi pertanian. Pengenalan sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan dan kepedulian terhadap sektor pertanian, sekaligus memperkenalkan bahwa masa depan pertanian membutuhkan generasi yang mampu memahami dan memanfaatkan teknologi.
Melalui kegiatan seperti ini, BRMP Mektan turut berkontribusi dalam mengenalkan pertanian modern kepada generasi penerus bangsa. Dari menanam jagung, belajar hidroponik, hingga berinteraksi langsung dengan alsintan, pengalaman sederhana tersebut menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pangan yang kita nikmati setiap hari berawal dari proses panjang di sektor pertanian yang terus berinovasi. (SU/AIA)