Drone Pertanian AGRA 30 : Transformasi Pertanian Modern Indonesia
Tangerang, 06/07/2026. Pemerintah terus mendorong transfer teknologi kepada putra-putri daerah agar mampu mengoperasikan berbagai alat pertanian modern secara mandiri. Mekanisasi pertanian menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian, hampir seluruh tahapan budidaya padi, mulai dari penanaman hingga panen, telah memanfaatkan teknologi modern seperti drone, rice transplanter, dan combine harvester yang mendorong peningkatan indeks pertanaman.
Transformasi pertanian dari pertanian tradisional ke pertanian modern saat ini tidak lagi menjadi suatu keniscayaan, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi ujung tombak pembangunan pertanian Indonesia. Transformasi pertanian dari tradisional ke modern membawa dampak besar terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi, modernisasi dapat menurunkan biaya produksi hingga sekitar 50 persen. Penggunaan traktor menggantikan tenaga hewan, misalnya, menjadi salah satu contoh nyata efisiensi yang dicapai.
Melalui Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan cetak sawah rakyat dan hasil optimalisasi lahan tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga melahirkan generasi baru petani dan operator pertanian modern yang mampu mengelola pertanian berbasis teknologi secara mandiri dan berkelanjutan.
Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Kementerian Pertanian (BRMP Kementan) berkomitmen mempercepat transformasi pertanian nasional menuju sistem yang produktif, efisien, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap tantangan masa depan. Modernisasi dilakukan melalui perekayasaan teknologi, penerapan model pengelolaan yang inovatif, serta penetapan standar mutu yang memastikan keberlanjutan usaha tani dan daya saing produk pertanian Indonesia.
Menteri Pertanian menegaskan bahwa penerapan teknologi modern telah membawa pertanian Merauke sejajar dengan praktik pertanian di negara-negara maju. Mulai dari proses tanam menggunakan rice transplanter, aplikasi sarana produksi dengan drone pertanian, hingga panen menggunakan combine harvester, seluruh rangkaian budidaya dilakukan secara mekanis untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Pengembangan drone pertanian AGRA30 kolaborasi bersama BRMP Mektan dengan Aerotron Industries dalam perkembangannya saat ini telah mampu bersaing dengan drone pertanian lain yang ada, seperti halnya dalam Kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, ke kawasan pengembangan pertanian di Merauke, Papua Selatan, menjadi bukti nyata percepatan transformasi pertanian modern di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian menyaksikan secara langsung pemanfaatan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) modern oleh petani, termasuk pengoperasian drone pertanian yang telah mendukung peningkatan efisiensi budidaya padi di wilayah tersebut.
Berkapasitas 30 liter dengan kemampuan terbang 1-2 Ha/Terbang, berfungsi ganda yang dapat digunakan untuk penyemprotan (sprayer) dan penebar (spreader) benih dan pupuk dengan menggunakan modul sistem sebaran 3600 menjadikan drone ini lebih efisien dalam penyebaran benih, pupuk granul dan biji-bijian, drone pertanian AGRA30 tersebut dapat mencapai efisiensi kerja hingga 5,36 Ha/jam, dilengkapi dengan sensor hambatan dan ketinggian yang mumpuni menjadikan drone ini salah satu pilihan terbaik saat ini.
BRMP Mektan bersama mitra industrinya terus mendorong pemanfaatan teknologi mekanisasi pertanian yang efektif, efisien, dan sesuai standar, sehingga mampu mendukung peningkatan indeks pertanaman, produktivitas, serta efisiensi penggunaan tenaga kerja. Kehadiran drone pertanian menjadi salah satu inovasi yang mempercepat proses aplikasi pupuk maupun pestisida secara lebih presisi, cepat, dan merata.
Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, BRMP Mektan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pertanian modern melalui pengujian, standardisasi, serta pendampingan penerapan teknologi alsintan. Dengan kolaborasi bersama berbagai mitra industri, termasuk Aerotron Industries, diharapkan semakin banyak inovasi mekanisasi yang dapat dimanfaatkan petani Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (TS/AIA)