Indonesia di 5 Besar Ekonomi Pertanian Dunia
Tangerang, 04/08/2026. Sektor pertanian Indonesia kembali menunjukkan peran strategisnya di tingkat global. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Indonesia menempati peringkat kelima dunia dalam nilai produksi pertanian tahun 2024 dengan capaian sebesar US$145 miliar, atau sekitar 2,8 persen dari total nilai produksi pertanian dunia yang mencapai US$5,2 triliun.
Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara produsen pertanian terbesar dunia setelah China, India, Amerika Serikat, dan Brasil. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang berhasil masuk dalam lima besar ekonomi pertanian global.
Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa sektor pertanian nasional memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja pertanian, hingga meningkatnya kebutuhan pangan, penerapan mekanisasi dan teknologi pertanian modern menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sektor pertanian.
Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) terus berkomitmen mendukung transformasi pertanian nasional melalui pengembangan, perakitan, pengujian, serta penerapan berbagai inovasi alat dan mesin pertanian (alsintan). Beragam teknologi yang dikembangkan, mulai dari mekanisasi budidaya, pascapanen, hingga digitalisasi pertanian, diharapkan mampu mempercepat peningkatan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.
Selain menghasilkan inovasi, BRMP Mektan juga aktif memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta berbagai mitra strategis dalam mendorong adopsi teknologi mekanisasi di lapangan. Langkah ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam mewujudkan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Meski masih terdapat selisih yang cukup besar dibandingkan negara-negara di posisi teratas, capaian Indonesia menunjukkan bahwa sektor pertanian nasional memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang. Dengan percepatan modernisasi pertanian dan pemanfaatan teknologi yang semakin luas, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional maupun global.
Data FAO menunjukkan bahwa peringkat tersebut didasarkan pada nilai produksi pertanian sepanjang tahun 2024, bukan berdasarkan luas lahan ataupun volume produksi. Secara global, lima negara teratas—China, India, Amerika Serikat, Brasil, dan Indonesia—menyumbang hampir 62 persen dari total nilai produksi pertanian dunia, menegaskan pentingnya peran negara-negara tersebut dalam menjaga keberlanjutan pasokan pangan dunia. (TS/AIA)