• Jl. Sinarmas Boulevard - 15338
  • (021) 75675918 / WA : 081213276363
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Layanan
    • Perekayasaan dan perakitan teknologi mekanisasi pertanian
    • Pengujian dan Kesesuaian Standar
      • Pengujian Alat dan Mesin Pertanian
      • Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI)
      • Sertifikasi Produk Alat dan Mesin Pertanian (LSPro)
    • Pendayagunaan Hasil Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian
      • Informasi dan Konsultasi
      • Perpustakaan
      • Bimbingan Teknis
      • Magang / Penelitian
    • Layanan Pendukung
      • PKL / Prakerin
      • Kunjungan / Agroedukasi
      • Pemanfaatan Sarana dan Prasarana
    • SPP
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
Thumb
48 dilihat       15 Juni 2026

Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut Bantu Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Jakarta – Dukungan terhadap program cetak sawah di Papua terus menguat dari masyarakat setempat. Ketua Kelompok Tani Aimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Yovie Sasior, menyatakan petani Orang Asli Papua (OAP) siap bergabung dan terlibat aktif dalam program cetak sawah yang dijalankan pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

Pernyataan tersebut disampaikan Yovie usai mengikuti Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua 2026 yang dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Yovie, program yang digulirkan pemerintah telah sampai kepada petani di tingkat daerah dan mendapat respons positif dari masyarakat lokal karena dinilai mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.

“Jadi untuk kami petani lokal atau petani OAP, kami bersedia untuk kami mau cetak sawah di Kabupaten Sorong,” kata Yovie.

Ia menilai program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kenaikan harga beras. Menurutnya, pengembangan pertanian memberikan peluang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperoleh tambahan penghasilan.

“Program ini memang sangat membantu kita karena beras ini juga sudah semakin naik harganya. Terpaksa kami juga mau tanam supaya ada yang kami bisa jual dan ada yang kami makan sendiri,” ujarnya.

Yovie menjelaskan bahwa selama ini masyarakat di wilayahnya telah mengembangkan berbagai komoditas pertanian seperti padi, jagung, dan hortikultura. Melalui pendekatan dan pendampingan yang dilakukan pemerintah bersama petani yang lebih berpengalaman, semakin banyak warga lokal yang tertarik mengembangkan usaha tani.

“Warga lokal jadi ingin bertani,” katanya.

Terkait isu lingkungan yang kerap dikaitkan dengan program cetak sawah di Papua, Yovie menegaskan lahan yang disiapkan masyarakat untuk pengembangan sawah bukan berada di kawasan hutan. Menurutnya, lahan yang akan digunakan telah disiapkan sebelumnya dan tidak menimbulkan persoalan terhadap kawasan hutan.

“Kemarin ini kami sudah siapkan lahan untuk cetak sawah di Sorong. Jadi memang sudah disiapkan. Tidak ada dampaknya. Aman, di sana bisa kerja dengan lancar. Dan hutan tidak bermasalah,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah terus memberikan dukungan agar petani lokal dapat meningkatkan produktivitas. Beberapa kebutuhan yang disampaikan antara lain bantuan mesin pertanian, sarana pengairan, serta pembangunan jalan usaha tani untuk memperlancar aktivitas produksi dan distribusi hasil pertanian.

“Kami petani OAP yang sekarang mau bergabung untuk cetak sawah. Dan kami juga minta bagaimana Pak Menteri dan Pak Presiden bisa bantu kami mesin. Terus pengairan. Jalan-jalan usaha tani. Empat hal ini yang kami butuhkan,” ujarnya.

Aspirasi yang disampaikan petani OAP tersebut mendapat perhatian pemerintah. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus mempercepat pembangunan pertanian di Papua melalui dukungan anggaran terbesar sepanjang sejarah. Pada 2025 dan 2026, total dukungan anggaran pertanian untuk Papua mencapai sekitar Rp5 triliun.

“Anggaran yang kita berikan untuk Papua mencapai sekitar Rp5 triliun. Ini merupakan anggaran sektor pertanian tertinggi sepanjang sejarah untuk Papua. Semua ini atas arahan Bapak Presiden agar Papua, Kalimantan, dan Sumatera semakin mandiri pangan dan mandiri energi ke depan,” kata Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat berbagai komoditas strategis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua melalui pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

“Kita inginkan Papua, Kalimantan, Sumatera dan Jawa mandiri pangan dan mandiri energi ke depan, sehingga inflasi bisa terkontrol. Mulai padi, jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, singkong, kita programkan semua untuk saudara-saudara kita di sana,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran mengatakan berbagai usulan daerah terkait cetak sawah, irigasi, hingga alat dan mesin pertanian terus dipenuhi secara bertahap.

Ia menambahkan setiap pengembangan sawah baru akan didukung mekanisasi pertanian modern agar produktivitas petani terus meningkat.

“Kalau hamparannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu hektare, tidak mungkin dikerjakan secara manual. Karena itu setiap program cetak sawah akan langsung diikuti dengan bantuan alat dan mesin pertanian modern,” tegas Mentan Amran.

Program cetak sawah yang tengah dijalankan pemerintah di Papua diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka kesempatan lebih besar bagi masyarakat lokal untuk terlibat langsung dalam pembangunan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Prev Next

- BRMP Mektan


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Ubah Residu Jadi Bernilai, BRMP Mektan dan UN-ESCAP CSAM Dorong Pertanian Berkelanjutan
    04 Sep 2026 - By BRMP Mektan
  • Thumb
    PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Petani Ikut Naik
    02 Sep 2026 - By BRMP Mektan
  • Thumb
    Dialog Nasional Dorong Pengelolaan Residu Pertanian Berkelanjutan
    01 Sep 2026 - By BRMP Mektan
  • Thumb
    BRMP Mektan Terima Kunjungan Delegasi Chile, Bahas Penguatan Kerja Sama Mekanisasi Pertanian
    29 Agu 2026 - By BRMP Mektan
  • Thumb
    Smart Irigasi Dukung Budidaya Jeruk di Tebas
    27 Agu 2026 - By BRMP Mektan

tags

Kementan Papua alsintan

Kontak

(021) 75675918 / WA : 081213276363
https://mekanisasi.brmp.pertanian.go.id
[email protected]

Jl. Sinarmas Boulevard
Situ Gadung, Kec. Pagedangan
Kab. Tangerang - Banten
Indonesia
15338

© 2025 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian. All Right Reserved