BRMP Mektan Perkuat Rantai Nilai Padi di Sambas melalui Pelatihan Alsintan
Sambas, 24/09/2026. Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) bersama BRMP Tanaman Pangan dan BRMP Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Teknis Petani di Kabupaten Sambas dalam Penggunaan Alsintan untuk Mendukung Rantai Nilai pada 23-24 September 2026. Kegiatan ini berfokus pada komoditas padi dengan memberikan pembekalan mengenai pembuatan dan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), mulai dari penyiapan lahan hingga penanaman.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) yang merupakan bagian dari program ICARE. Sebanyak 100 petani mengikuti bimbingan teknis yang dibagi menjadi dua batch, masing-masing 50 peserta per hari. Pembagian ini memberi peserta kesempatan untuk mengikuti paparan materi dan praktik secara lebih efektif.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ir. Nia Karniawati Ratna Dewi, hadir dan memberikan sambutan mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Didik Saifuddin Anshori, S.T.P., yang mewakili Kepala BRMP Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Nia menyampaikan bahwa gabah di Kabupaten Sambas memiliki kualitas yang baik, dengan kadar air sekitar 13-14 persen. Ia berharap gabah tersebut dapat diolah menjadi beras premium di Kabupaten Sambas tanpa perlu dibawa ke luar daerah. Pengolahan di daerah sendiri diharapkan dapat memperkuat rantai nilai padi serta meningkatkan nilai tambah bagi petani setempat.
Didik juga menyampaikan bahwa penggunaan alsintan merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan hasil pertanian. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah memberikan bantuan alsintan kepada petani melalui Brigade Pangan. Melalui bantuan dan pelatihan tersebut, ia berharap pekerjaan budidaya menjadi lebih mudah dan ringan, serta dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Sebelum praktik dimulai, Novi Sulistyosari, S.T.P., M.Si., selaku penanggung jawab kegiatan, bersama Ir. Joko Pitoyo, M.Si., Ph.D., menyampaikan materi mengenai alsintan yang akan dibuat. Peserta memperoleh penjelasan singkat tentang fungsi dan cara kerja alat perata lumpur sawah, alat penabur benih, serta Atabela PM-AAS. Setelah itu, petani terlibat langsung dalam proses pembuatan, perakitan dan penggunaan ketiga alat tersebut.
Selain praktik pembuatan alat, peserta mendapat pengenalan dan pelatihan cara mengoperasikan rice transplanter. Alat ini membantu penanaman bibit padi secara otomatis, cepat, dan presisi di lahan sawah berlumpur. Dengan memahami cara kerja berbagai alsintan tersebut, petani diharapkan dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan di lapangan.
Ketua Tim PIU Program ICARE Kalimantan Barat, M. Zuhran, S.S.T., M.P., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia melihat peserta antusias mengikuti pemaparan teori maupun praktik. Zuhran berharap keterampilan yang diperoleh melalui bimbingan teknis ini dapat diterapkan dan kegiatan serupa diperluas ke lokasi lain, baik di wilayah program ICARE maupun di luar wilayah program ICARE di Kabupaten Sambas dan Kalimantan Barat.
“Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong efisiensi tenaga kerja dan biaya usaha tani, sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman. Pada akhirnya, pendapatan petani di Kabupaten Sambas juga dapat meningkat,” ujar Zuhran.
Manfaat kegiatan juga dirasakan oleh Anwar dari Kelompok Tani Serasi, Desa Serumpun Buluh. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh petani dapat mendukung kemajuan pertanian dan peningkatan pendapatan di wilayah Sambas.
“Alhamdulillah, bimtek ini sangat bermanfaat bagi petani. Semoga menjadi langkah untuk kemajuan pertanian di Sambas sehingga pendapatan petani dapat meningkat,” kata Anwar.
Suryana, petani dari Kelompok Tani Global Jaya Terpadu, Desa Buluh Parit, juga menyampaikan manfaat penggunaan alsintan bagi petani perempuan. “Bagi ibu-ibu, adanya alat pertanian ini mempermudah pekerjaan kami sebagai petani dan membantu meningkatkan kualitas pekerjaan,” ujar Suryana.
Melalui KMP dalam program ICARE, BRMP Mektan dan BRMP Kalimantan Barat terus mendorong peningkatan keterampilan petani dalam memanfaatkan mekanisasi pertanian. Pengetahuan dan pengalaman praktik yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi dan produktivitas padi serta mendukung kesejahteraan petani di Kabupaten Sambas. (TS/MRAM)